Tunjukkan pada saya: footer
Sebuah footer menutup halaman. Biasanya lebih gelap, tenang, dan tetap di bawah:
footer {
background-color: #1f2937; /* dark gray */
color: white;
text-align: center; /* center the text */
padding: 24px 16px;
margin-top: 48px; /* space away from the content */
}
footer a {
color: #93c5fd; /* links in a dark footer need to be light */
}
Catatan kaki harus mencantumkan: siapa yang membuat situs web, tahun, dan informasi kontak (silakan membuat ulang atau menggunakan milik sekolah – jangan pernah mencantumkan alamat rumah atau nomor telepon kamu di situs web).
Tunjukkan pada saya: detail kecil yang membuat kamu terlihat seperti seorang profesional
Tiga hal kecil yang hampir tidak diketahui oleh siapa pun, namun dapat memberikan perbedaan besar:
/* 1. Smooth scrolling when clicking a link within the page */
html {
scroll-behavior: smooth;
}
/* 2. Images zoom in slightly when hovered */
.card img:hover,
.gallery img:hover {
transform: scale(1.03);
}
/* 3. ...and make that zoom smooth, not instant */
img {
transition: transform 0.2s ease;
}
transform: scale(1.03) memperbesar ukuran elemen menjadi 103%, dan transition mengatakan: “Lakukan perubahan dengan lancar dalam 0,2 detik.” Arahkan mouse kamu ke atas foto – lihat lift kecil yang lembut itu? Itulah tepatnya yang dilakukan situs web modern.
Giliran kamu 💪
-
Tata gaya footer kamu dengan mengikuti contoh (jangan ragu untuk mencocokkan warna dengan header kamu) dan periksa apakah itu mencakup: siapa yang membuat situs web + tahunnya.
-
Tambahkan tiga detail pro dari contoh.
-
Pemeriksaan besar-besaran terhadap keseluruhan situs web kamu. Periksa daftar periksa ini:
- Menu berfungsi dari setiap halaman ke setiap halaman.
- Semua gambar muncul dan diisi
alt. - Kecilkan jendela hingga lebar ponsel – semuanya pas, tidak ada yang meluap ke samping.
- Footer tidak memiliki alamat rumah, nomor telepon, atau info lengkap sekolah/kelas (keamanan!).
<title>masuk akal di setiap halaman.
HTML (sama di setiap halaman):
<footer>
<p>Made by Jake in 2026 · built with my own two hands and HTML</p>
<p><a href="index.html">Home</a></p>
</footer>
CSS:
footer {
background-color: #1f2937;
color: white;
text-align: center;
padding: 24px 16px;
margin-top: 48px;
}
footer a {
color: #93c5fd;
}
html {
scroll-behavior: smooth;
}
img {
transition: transform 0.2s ease;
}
.card img:hover,
.gallery img:hover {
transform: scale(1.03);
}
Keselamatan diutamakan: pada pelajaran berikutnya, situs web kamu akan terhubung ke internet sebenarnya, sehingga siapa pun dapat melihatnya. Jadi, jangan pernah mencantumkan: alamat rumah persis kamu, nomor telepon, email, nama lengkap sekolah beserta kelasnya, atau foto apa pun yang membuat kamu atau orang-orang di dalamnya merasa tidak nyaman. Buka situs web bersama orang tua dan periksa bersama.
Periksa diri kamu: Situs web kamu memiliki header dengan menu, konten di kolom yang bagus, kartu, foto, footer – dan segala sesuatunya bergerak dengan lembut saat kamu mengarahkan kursor ke atasnya. Ini terlihat seperti situs web nyata. Karena itu satu! Masih ada satu langkah terakhir: menunjukkannya kepada dunia.
Apa yang bisa diambil dari pelajaran ini
- Footer: latar belakang gelap, teks terang,
perataan teks: tengah,margin-top. transition+transform= animasi mikro yang halus, sama seperti situs web pro.- Selalu periksa ulang konten kamu dari sudut pandang orang tua sebelum dipublikasikan – informasi pribadi tidak boleh disimpan di internet.
© 2026 Ing. Martin Polak / AlgoRhino · Ketentuan penggunaan konten